[caption id="attachment_1297" align="alignleft" width="225"] Salah satu Batang Durian di Kamang. Kebanyakan Batang Durian di Nagari Kamang ialah tinggi-tinggi.[/caption] Kami dengar telah lama pula bermulai musim durian di kampung kita, benarkah demikian engku dan encik sekalian? Sudahkah pula ramai orang berjualan durian di kampung kita? Namun kami sangatlah yakin bahwa pada masa-masa awal ini tentulah belum banyak benar buah durian yang runtuh. Kalaupun sudah ada maka buah yang runtuh masihlah permulaan, pembuka jalan, atau sekedar sapaan dari batang durian dalam perak kita. Kalau tidak keras, berarti hambar, ataupun malah pahit. Mungkin menanti masa agak beberapa pekan baru kemudian mendapat yang lamak . [1] Bolehlah kita minta kepada bunda untuk menanak sipuluk [2] sebagai kawan memakan durian. “Hm.. sungguh nikmat sangat..” sipuluk yang masih hangat-hangat kuku dimakan dengan buah durian yang baru saja dibelah. Namun nanti dulu engku dan encik, tid...