Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tangah

Ampek Kampuang

Kami sengaja menuliskan nama jorong ini dengan huruf bukan angka (terutama Angka Romawi) seperti yang biasa dipakai oleh orang kampung kita. Hal ini guna menjaga keaslian nama, terkadang lisan kita berbeda-beda dalam melafadzkan suatu nama. Membuat dengan huruf semakin mengukuhkan dan dapat menjaga keaslian dari nama kampung, kawasan, atau daerah itu sendiri. [caption id="attachment_1378" align="alignright" width="300"] Masji Wustha di Ampang[/caption] Telah sampai pula kita di Ampang Jorong Ampek Kampuang, di kawasan inilah terdapat Masjid Jamiak untuk  Sidang Tangah dikenal dengan nama Masjid Wustha . Para pengurus dari masjid ini ialah terdiri dari orang-orang dari lima jorong yakni Jorong Joho, Limo Kampuang, Ampek Kampuang, Pintu Koto, dan Nan Tujuah. Kelima jorong inilah yang termasuk ke dalam Patah Tangah di Nagari Kamang ini. Di hadapan masjid terdapat sebuah panti asuhan yang bernama Panti Asuhan Aisyiyah. Dengan bentuk arsitektur bergonjong dan...

SD Tangah

[caption id="attachment_626" align="alignleft" width="300"] SD Tangah 1 [/caption] SD Tangah ialah sekolah yang terletak di Jalan Basimpang-Pintu Koto. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah tertua di Nagari Kamang. Dimasa Belanda namanya ialah Sekolah Rakyat dan sekarang bernama Sekolah Dasar atau SD. Karena merupakan sekolah yang mula-mula dibangun, maka dinamailah dengan SDN 01 Tangah. Kenapa disematkan nama Tangah dibelakangnya? Sebab sekolah ini terletak di Patah Tangah dari Nagari Kamang Hilir. Masih terdengar bagi kami, nek uci dan nyiak aki menyebut Sekolah Dasar 01 Tangah dengan sebutan Sekolah Rakyat . Mereka berkisah kalau dahulu semasa sekolah, mereka tidak memakai sepatu ataupun sandal sebagai alas kaki mereka ketika hendap bersekolah “ Bakaki ayam sen kami pai sikola dulu no..”  

Hilia, Tangah, jo Mudiak

 Nagari Kamang Nan Patah Tigo   Nagari Kamang dibagi atas tiga  patah  atau bagian yakni Patah Mudiak, Patah Tangah, dan Patah Ilia (Hilir). Pembagian ini merupakan pembagian secara geografis. Pada penduduk Kamang generasi tua masih ditemukan kata-kata semacam ini “ Aden ka pai ka iliah cah sabanta.. ” Adapun pembagian tersebut ialah sebagai berikut: Pertama  Patah Mudiak , yang terdiri atas Jorong Koto Panjang, Dangau Baru, Dalam Koto, Batu Baraguang, dan Bancah. Adapun  Patah Tangah  termasuk ke dalamnya Jorong Joho, Pintu Koto, Ampek Kampuang, Limo Kampuang, dan Nan Tujuah. Terakhir ialah  Patah Ilia  yang terdiri atas Jorong Koto Nan Gadang, Balai Panjang, Koto Kaciak, Guguak Rang Pisang, Ladang Darek, Binu, dan Solok. Banyak anak-anak Kamang masa sekarang yang tidak faham mengenai perkara sederhana ini. Lagi pula penyebutan  ilia dan mudiak  sudah mulai menghilang pada masa sekarang. Sebut saja dalam perkara sederhana, untuk lebih gampangnya kami berikan salah satu contoh kasu...

Tugu Perang Kamang Bahagian.3

[caption id="attachment_51" align="alignleft" width="300" caption="Tugu Perang Kamang di Kamang Mudiak."] [/caption] Sesungguhnya Tugu Perang Kamang tidak hanya ada satu saja, yakni seperti yang dapat kita lihat di Simpang Pintu Koto sekarang. Melainkan tugu peringatan Perang Kamang ada tiga buah. Tahukah engku dimana letaknya yang dua buah lagi? Kami yakin ada diantara engku yang dapat menjawab, dan ada pula yang tidak. Marilah kami terangkan.. Tugu yang kedua ada di daerah Tangah di Nagari Kamang Mudiak sekarang. Daerah ini merupakan berbatasan dengan Jorong Koto Panjang di Kamang Hilir. Kenapa di sini dibangun tugu peringatan Perang Kamang? Sebab menurut orang Kamang Mudiak, di Kampuang Tangah inilah terjadi Perang antara mereka dengan Belanda. Dimana orang Kamang Hilir hanya “membantu saja” ke sana… Konon kabarnya, tugu ini dibangun di dekat rumah isteri Haji Abdul Manan sebab menurut versi orang Kamang Mudiak, ke rumah isterinya inilah Haji ...