Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kanak-kanak

Bermain Alang Alang

Mangana Maso Ketek, Filosofi dari Main Layang Layang Tulisan asli dapat dilihat di:  http://www.anakminang.com Semasa kanak-kanak mungkin untuk yang lahir minimal tahun 1993 ke bawah, tempat bermain kita ialah di alam. Berpanas-panas, agak berlainan dengan kanak-kanak masa kini. Bermain mungkin sudah dengan hanphone sahaja, berinstagram atau facebook, chating, kalau tidak bergalau atau sibuk dengan status. Dari sini mungkin bisa dikatakan bahwa angkatan 1990an agak lebih senang hidupnya. Bagaimanakan tidak? masa itu mana ada bergalau-galau. Malahan tahunya “galau” itu dari lagi Anroys [1] “galau hati nan luko” sahaja, selebihnya bermain-main dengan kawan. Sekarang, baru kelas empat esde , sudah macam-macam statusnya; Aku sayang kamu lah , ya ampun.. belanja (jajan) hari-hari masih menampung tangan dari orang tua sudah pandai pula memanggil mama anak gadis orang. Sama tahu sajalah kita keadaan masa kini. Bahagian dari bermain-main itu yang paling diingat ialah main alang alang . [2]...

Permainan anak perempuan

[caption id="" align="aligncenter" width="284"] Gambar: http://3.bp.blogspot.com [/caption] Pada masa sekarang kehidupan orang telah berlainan, hampir setiap jengkal kehidupan dipengaruhi oleh mesin dengan dalih memudahkan pekerjaan manusia. Adakah terfikirkan oleh engku, rangkayo, serta encik sekalian serupa apakah kehidupan inyiak-inyiak kita pada masa dahulu? Masa lampau yang dikatakan oleh orang jauh lebih sehat dari sekarang, karena tiada diracuni oleh bahan kimia tatkala makan. Atau kanak-kanaknya sehat sebab banyak menggerakkan badan, berlainan dengan sekarang yang lebih banyak duduk dan khusyuk dengan permainan di komputer, laptop, ataupun telpon seluler.

Main Galah

[caption id="attachment_1115" align="alignright" width="300"] Salah satu jambatan di kampung kita. Tahukah engku dan encik dimanakah letak jambatan ini?[/caption] Terdapat banyak permainan yang dimainkan kanak-kanak pada masa kecil di kampung kita. Segala permainan tersebut sesungguhnya mengajarkan banyak hal. Sosialisasi, kerjasama antara pribadi, ketangkasan, kesabaran, melatih jiwa kepemimpinan, dan banyak hal lain. Namun yang terutama ialah interaksi yang tercipta antara peribadi sehingga melatih jiwa sosial. Sangat berlainan dengan masa sekarang dimana kanak-kanak sibuk bermain game online. Mereka berhadapan dengan mesin bukan manusia sehingga raso jo pareso ( sensitive ) mereka terhadap orang lain dan lingkungan menjadi berkurang. Salah satu permainan yang melatih sifat kerja sama antara priabdi, koordinasi, kesabaran, dan ketangkasan ialah Main Galah. Permainan ini membutuhkan paling sedikit dua pasang pemain, artinya empat orang. Permainan ini d...

Kuciang Lari

[caption id="attachment_1062" align="alignleft" width="300"] Salah satu "rumah tingga" di kampung kita di Tarok. Maaf engku dan encik gambar tak ada hubungan.[/caption] Dahulu ada sebuah plaster sebagai pengobat luka apabila berdarah digunakan oleh orang, Handy Plast namanya. Plaster ini digunakan kepada luka berdarah seperti kena sayat atau luka yang mengeluarkan cukup banyak darah. Disinilah fungsi Handy Plast sebagai pengobat dan penutup luka. [1] Namun bukan kisah mengenai plaster obat luka itu yang hendak kami bagikan kepada engku dan encik sekalian. Melainkan perihal sebuah permainan yang dahulu pernah dimainkan oleh kanak-kanak di kampung kita. Kami menjadi penasaran dibuatnya, bagaimana permainan ini bisa hadir dan dimainkan oleh kanak-kanak dan kenapa namanya Handy Plast. Serupa pula dengan nama plaster obat luka itu..? Namun terdengar oleh kami bahwa ada juga yang menamainya dengan nama “Kuciang Lari”. Permainannya dimainkan oleh sekel...

Anak Bawang

[caption id="attachment_1055" align="alignleft" width="300"] Parak Maaf engku dan encik, gambar tak ada hubungan dengan tulisan. Setidaknya gambar ini dari kampung kita.[/caption] Istilah ini kalau kami tak salah merupakan istilah yang dipakai umum dalam segala keadaan. Memang lazim kita temui dahulu masa kanak-kanak kita dahulu dalam bermain permainan anak nagari. Payah kami dahulu berfikir kenapa sampai digelari oleh orang dengan “anak bawang”. Maksudnya apakah gerangan? Kemudian barulah kami menyadari akan maksudnya, dimana orang yang digelari anak bawang ini sesungguhnya ialah orang-orang yang tak dianggap. Keberadaannya tidak menggenapi hitungan dan ketiadaannyapun tidak mengurangi hitungan pula. Agak lebih baik tampaknya kalau katimun/mantimun bungkuak, sebab ianya dapat menggenapi hitungan, penukuak [1] yang terkurang. Terkenang oleh kami semasa kanak-kanak, bahwa anak-anak yang digelari dengan anak bawang ialah anak-anak yang masihlah kecil sa...

Badia-badia Garigiak

[caption id="attachment_884" align="alignleft" width="300"] Salah satu jalan di kampung kita pada malam hari. Maaf engku dan encik, gambar tak bersesuaian dengan tulisan.[/caption] Telah mulai pula kanak-kanak bermain petasan dan kembang api. Memanglah pada bulan puasa ini mereka mendapat kesempatan untuk bermain. Sebenarnya kesempatan ada setiap waktu, namun tampaknya segala sesuatu haruslah ada moment-nya. Begitulah kata orang, momen, atau kesempatan yang memungkinkan/ yang membuat meriah/ yang membuat berarti kalau dilakukan pada saat tersebut. Serupa dengan orang-orang Islam yang merayakan tahun baru masehi, mereka pergi keluar pada malam pergantian tahun bukan untuk merayakan, melainkan karena merayakan momen dimana mereka bersama keluarga, kawan-kawan, ataupun orang-orang terkasih menikmati moment tersebut. Karena hanya ada pada satu malam dalam setahun. Hanya ada satu malam dalam setahun bagi mereka untuk meninggalkan kenangan yang berbekas. Na...

Kenangan Masa Kanak-kanak..

[caption id="attachment_803" align="alignright" width="300"] Masjid Wustha di Ampang. Foto: Zaldi Heriawan[/caption] Apa yang terkenang oleh engku dan encik apabila Bulan Puasa menjelang? Tatkala kanak-kanak dahulu kami terkenang akan perilaku pandir kami. Begitu memasuki Bulan Puasa kami langsung bermuram durja sebab selama sebulan penuh takkan ada makan tengah hari, tidak ada balanjo bali kulek (jajan), makan es, dan sirup. Dengan pandangan sayu kami pandangi Imsakiyah yang tertempel di dinding. Menghitung dari akhir bulan, tinggal berapa hari lagi puasa kiranya? Sungguh lawak sangat, karena seharusnya bahagia dan senang dengan kehadiran Bulan Puasa namun justeru sebaliknya. Disuruh berpuasa, enggan dan terasa berat, disogok pakai hadiah baru hendak. Kalau tak tahan maka akan mencuri-curi minum air ke dapur atau memakan samba sisa sahur yang tersimpan di dalam lemari samba ataupun dalam songkok nasi . Malamnya bermain di surau, kena marah dan lari pul...

Manangguak

[caption id="attachment_644" align="alignleft" width="224"] Salah satu banda di pasawan di Joho. biasanya banda-banda serupa ini menjadi tujuan utama dalam "Pertangguak-an"[/caption] Apa yang terbayang dan terkenang oleh engku dan encik sekalian pabila kami sebutkan kata “manangguak”? Manangguak puyu , pantau , atau pabila beruntung akan dapat sapek. Ada pula yang pergi mamapeh baluk. [1] Manangguak ialah kebiasaan anak lelaki di kampung kita, sangat jarang kami dapat ada anak perempuan pergi manangguak. Walau kami tidak memungkiri bahwa ada juga beberapa anak perempuan yang melakoninya. Biasanya manangguak ialah dikerjakan selepas pulang mengaji di surau. Kanak-kanak nakal di kampung kita pergi berkelompok dengan kawan sama gedang nya. Dengan bermodalkan tangguak dan ember plastik maka berangkatlah mereka. Tempat tujuan tentulah kawasan persawahan di kampung kita, sangatlah luas kawasan persawahan di kampung kita. Tujuan utama ialah banda s...