Langsung ke konten utama

Monografi Nagari Kamang 1980_36

[caption id="" align="alignleft" width="400"] Ilustrasi Gamabr: Disini[/caption]

I. Adat Manjapuk Penghulu

Adat manjapuik Penghulu disini dimaksudkan adalah seseorang, sebelum memangku jabatan Penghulu telah kawin, dan kemudian setelah beranak pinak dia diangkat menjadi penghulu, maka penghulu itu harus dijemput kembali pihak kaum isterinya sebagaimana menjemput marapulai. Sebelum dijemput oleh kaum istri, maka Penghulu itu tidak boleh pulang ke rumah istrinya, sebagaimana telah diuraikan dalam pengangkatan Penghulu.


II. Adat Manjapuik Haji


Seseorang lelaki yang telah beristeri dan mempunyai anak, kemudian sesuai dengan kesanggupannya dia pergi sendirian atau bersama isterinya menunaikan rukun Islam Kelima /Naik Haji ke Mekkah, maka sepulangnya dari Mekkah, walaupun bersama istrinya, dia harus pergi ke rumah sanaknya (saudara perempuan/ibu) dulu sedangkan sang istri pulang pula ke rumahnya.


Pihak lelaki yang haji itu sebelum dijemput kembali oleh kaum istri, dia tidak dibenarkan datang/ pulang kerumah istrinya. Cara penjemputannya sama dengan penjemputan marapulai, hanya kendurinya yang sederhana.


III. Adat Menjemput Orang yang Kematian Istri


Menurut adat istiadat yang dipeturun-naik di Nagari Kamang, seorang suami yang ditinggalkan mati oleh istrinya (maksudnya istrinya meninggal dunia lebih dulu dari suami), maka si lelaki itu harus dijemput kembali oleh kaumnya ke rumah istrinya, caranya menurut adat adalah begini :


Pada suatu hari yang ditentukan pihak kaum lelaki biasanya laki-laki dan perempuan datang ke rumah kaum isteri dimana dinanti pula oleh mamak dan Penghulu dengan membawa seekor kambing. Acara ini juga badaun cabiak balapiak basah.


Selesai minum dan makan, maka oleh kaum lelaki disampaikan dan diserahkanlah kambing pembawaannya kepada kaum isteri, yang maksudnya sudah dapat dipahai sendiri oleh kaum istri, kemudian kaum lelaki pulang ke rumahnya.


Pada suatu hari yang ditentukan maka diadakanlah acara penjemputan lelaki yang ditinggal istrinya oleh kaum pasukuannya. Dimana pada hari itu berlaku pula sedikit perhelatan, karena masih dalam suasana berkabung. Sesudah minum dan makan diadakanlah pasambahan menurut adat yang menyimpulkan kaum lelaki akan menjemput terbawa lelaki yang kematian istri tadi. Sesudah selesai perundingan menurut adat, maka kaum lelaki turun dan membawa sang lelaki. Sekara sejauh 20 atau 30 meter si lelaki tadi dibawa kaumnya, maka dia kembali ke rumah istrinya.


Dengan demikian selesailah sudah upacara penjemputan kembali suami yang kematian istri itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu

UPACARA BATAGAK PANGULU Salah satu upacara atau alek ( ceremony ) adat Minangkabau yang paling sakral yang mendapatkan perhatian dan perlakukan khsus adalah Batagak Pangulu atau ada juga yang menyebutnya Batagak Gala .  Upacara ini merupakan peristiwa pentasbihan dan pengambilan atau pengucapan sumpah serta janji seorang Pangulu pada saat ia diangkat dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum yang bergelar Datuak. Upacara adat ini sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana firman Allah mengingatkan: Sesungguhnyan orang-orang yang menukar janji ( nya dengan Allah ) dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak mendapat bahagian dari ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kahirat dan tidak ( pula ) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adalah azab yang pedih (QS:3:77). Pada bagian lain Allah juga mengingatkan: “ Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina ” (QS 6...

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...

Lagu Islami di Bulan Ramadhan

Salah satu kebiasaan pada bulan puasa ini ialah bagi sebagian kaum muda muslim mencari lagu-lagu Islami terbaru. Ya.. engku dan encik sekalian, Bulan Ramadhan merupakan kesempatan dan telah menjadi  momen bagi sebagian umat Islam untuk hidup lebih Islami (religius). Walau dicemooh sebagian muslim karena "hanya pada Bulan Ramadhan saja hidup Islami selepas itu kembali berlumur dosa.." Opick http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=X8v4Z7xzIqw Di Indonesia pernah terkenal "Opick" dengan lagu-lagu Islaminya. Beberapa Ramadhan yang lalu, Opick dan lagu-lagunya behasil menjadi kawan setia muslim Indonesia dalam menjalani puasa. Kemudian ada juga Haddad Alwi. Sebelumnya pernah pula terkenal beberapa grup nasyid terutama dari Malaysia sebut saja Raihan dan Saujana serta Snada untuk Indonesia.