Langsung ke konten utama

26. Tata Upacara Adat Minangkabau: Pendahuluan

PENDAHULUAN


Salah satu tata kehidupan yang diatur oleh adat Minangkabau adalah berbagai bentuk upacara yang dikaitkan dengan daur hidup seperti kelahiran, pernikahan, kematian dan pewarisan kepemimpinan adat (sako). Upacara-upacara yang sangat kental mewarnai adat Minangkabau ini telah berlangsung berabad-abad yang lalu, dan turun-temurun dari generasi ke generasi. Upacara-upacara ini merupakan kekayaan budaya yang menjadi warisan budaya tak-benda (intangible heritage) yang harus dilestarikan dan nilai-nilainya harus dikembangkan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan menetapkan “adat istiadat” sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau, Pasal 12 ayat (1) dan (2) mengatur bahwa upacara daur hidup, upacara tradisional, dan pewarisan sako dan pusako sebagai nilai budaya Minangkabau yang harus dilestarikan.


Pada masa sebelum masuknya ajaran Islam, pelaksanaan upacara adat Minangkabau banyak dipengaruhi oleh dan diwarniai dengan praktik-praktik yang bernuansa kemusyrikan. Hal ini dapat dipahamai, karena adat dan kebudayaan Minangkabau sempat berinteraksi dengan kebudayaan bangsa Mee Nam (Proto-Melayu), Viet (Deutro-Melayu), Ptolemy (Yunani), Tamil dan Sangkerta, walaupun pada awalnya adat dan peradaban Minangkabau berasal dari ajaran Tauhid yang dianut oleh bangsa ‘Aad Atsani (kaum Nabi Huud) yang beriman kepada Allah Yang Mahasa Esa. Bangsa Mee Nam dan Viet membawa peradaban dan kebudayaan yang berbasis animisme yang sangat menghormati roh, sehingga berbagai upacara adat mereka lakukan untuk menghormati dan menyembah roh. Bangsa Tamil dan Sangsekerta datang ke Minangkabau dengan membawa kebudayaan dan peradaban yang berbasis Hidu-Budha, sehingga berbagai praktek adat Minangkabau sempat terkontaminasi oleh praktek-praktek ajaran Hindu-Budha seperti keyakinan bahwa roh dapat masuk ke benda hidup dan benda mati lain (tanassukhil arwah), dan keyakinan bahwa orang yang telah meninggal akan bangkit kembali dalam bentuk generasi baru (samsara atau reinkarnasi). Pengaruh ajaran yang tidak berbasis tauhid yang masuk kedalam peradaban dan kebudayaan Minangkabau pernaah diluruskan oleh bangsa Saba’ (kaum Nabi Sulaiman), dan Bani Himyar (bangsa Arab Yaman) yang beriman kepada Allah Yang Mahasa Esa.


Dengan masuknya agama Islam pada abad ke-7 M, semua pengaruh peradaban dan kebudayaan yang berbasis ajaran kemusyrikan tersebut akhirnya diluruskan. Semua praktek adat yang bertentangan dengan ajaran Islam secara perlahan dihilangkan dari praktek adat Minangkabau. Berbagai upacara adat yang bernuansa kemusyrikan diluruskan ke arah praktek upacara adat yang berbasis ajaran Islam. Puncak penyempurnaan tersebut adalah didkelerasikannya Sumpah Satie Marapalam oleh Limbago Adat Minangkabau—Tigo Tungku Sajarangan—yang terdiri dari Niniak-Mamak, ‘Alim-Ulama, dan Cadiak Pandai pada tahun 1403 M/ 804 H.


Dengan demikian tata upacara adat Minangkabau yang akan dibahas pada Modul ini adalah tata upacara yang berbasis Islam. Karena banyaknya upacara adat yang telah berkembang ditengah masyarakat Minangkabau, modul ini mengelompokkannya atas empat: 1) Upacara Kelahiran, 2) Upaca Penikahan, 3) Upaca Batagak Pangulu, dan 4) Upacara Kematian. Modul ini membahas tata upacara yang berlaku diseluruh wilayah adat Minangkabau (adat nan sebatang panjang) sehingga berbagai variasi yang berkembang di setiap nagari (adat salingka nagari) tidak dibahas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu

UPACARA BATAGAK PANGULU Salah satu upacara atau alek ( ceremony ) adat Minangkabau yang paling sakral yang mendapatkan perhatian dan perlakukan khsus adalah Batagak Pangulu atau ada juga yang menyebutnya Batagak Gala .  Upacara ini merupakan peristiwa pentasbihan dan pengambilan atau pengucapan sumpah serta janji seorang Pangulu pada saat ia diangkat dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum yang bergelar Datuak. Upacara adat ini sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana firman Allah mengingatkan: Sesungguhnyan orang-orang yang menukar janji ( nya dengan Allah ) dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak mendapat bahagian dari ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kahirat dan tidak ( pula ) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adalah azab yang pedih (QS:3:77). Pada bagian lain Allah juga mengingatkan: “ Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina ” (QS 6...

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...

Lagu Islami di Bulan Ramadhan

Salah satu kebiasaan pada bulan puasa ini ialah bagi sebagian kaum muda muslim mencari lagu-lagu Islami terbaru. Ya.. engku dan encik sekalian, Bulan Ramadhan merupakan kesempatan dan telah menjadi  momen bagi sebagian umat Islam untuk hidup lebih Islami (religius). Walau dicemooh sebagian muslim karena "hanya pada Bulan Ramadhan saja hidup Islami selepas itu kembali berlumur dosa.." Opick http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=X8v4Z7xzIqw Di Indonesia pernah terkenal "Opick" dengan lagu-lagu Islaminya. Beberapa Ramadhan yang lalu, Opick dan lagu-lagunya behasil menjadi kawan setia muslim Indonesia dalam menjalani puasa. Kemudian ada juga Haddad Alwi. Sebelumnya pernah pula terkenal beberapa grup nasyid terutama dari Malaysia sebut saja Raihan dan Saujana serta Snada untuk Indonesia.