Langsung ke konten utama

30. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Kematian

UPACARA KEMATIAN


Sebagaimana upara-upacara adat lainnya, upacara kematian dalam adat Minangkabau dilakukan menurut Syariat Islam. Bila mendengar berita salah seorang dari warga sakit berat, maka semua warga berkewajiban datang menjenguk atau melayat—Kaba elok baimbauan, kaba buruak bahambuan; Sakik basilau-mati bajanguak


Apa bila seorang warga diberitakan telah meninggal dunia, salah satu upaca adat harus dilakukan adalah Maanta Kapan. Upacara ini dilakukan secara sederhana, dimana bako[1] datang dengan rombongannya mengantarkan dan menyerahkan kain kafan yang akan dipakaikan kepada simayat. Setelah pelayat dan keluarga dekat datang, maka ucara berikutnya adalah Mancabiak Kapan dan Mandi Minyak. Upacara ini adalah penyiapan kain kafan yang dipimpin oleh imam, kadhi atau orang seorang ulama. Pada saat yang bersamaan dilangsungkan pemandian mayat yang biasanya dilakukan oleh keluarga terdekat, seperi anak dan kamanakan. Setelah selesai upacara pemandian mayat, dilakukan pengapanan[2] sesuai dengan kententuan Syariat Islam.


Sebelum jenazah diantarkan bersama-sama ke perkuburan untuk dimakamkan, selalu dilakukan upacara pelepasan jenazah yang berintikan meminta khalayak yang hadir memberikan maaf atas kesalahan almarhum/ah dan penyelesaian hutang-piutang. Upara pemakaman jenazah ditutup dengan pembacaan do’a diatas kubur yang dipimpin oleh imam, kadhi atau, ulama.


Setelah selesai melakukan pemakaman, selama beberapa hari, warga melakukan ta’ziyah[3] dalam rangka menghibur keluarga yang tertimpa musibah dan mendo’akan almarhum/ah agar diampuni segala dosa dan ditempatkan disisi-Nya. Kegiatan ini dilakukan oleh warga secara bersamaan dan bergantian dari berbagai kelompok. Pada upacara ini dilakukan pembacaan al-qur’an, dan ceramah agama untuk mengambil hikmah kematian.


________________________________


Catatan Kaki: 


[1] Keluarga Ayah


[2] Memasang kain kafan


[3] Dalam Bahasa Minangkabau manjanguak yang dapat diterjemahkan menjenguk atau melihat/menyilau orang yang sedang ditimpa kemalangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu

UPACARA BATAGAK PANGULU Salah satu upacara atau alek ( ceremony ) adat Minangkabau yang paling sakral yang mendapatkan perhatian dan perlakukan khsus adalah Batagak Pangulu atau ada juga yang menyebutnya Batagak Gala .  Upacara ini merupakan peristiwa pentasbihan dan pengambilan atau pengucapan sumpah serta janji seorang Pangulu pada saat ia diangkat dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum yang bergelar Datuak. Upacara adat ini sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana firman Allah mengingatkan: Sesungguhnyan orang-orang yang menukar janji ( nya dengan Allah ) dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak mendapat bahagian dari ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kahirat dan tidak ( pula ) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adalah azab yang pedih (QS:3:77). Pada bagian lain Allah juga mengingatkan: “ Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina ” (QS 6...

Lagu Islami di Bulan Ramadhan

Salah satu kebiasaan pada bulan puasa ini ialah bagi sebagian kaum muda muslim mencari lagu-lagu Islami terbaru. Ya.. engku dan encik sekalian, Bulan Ramadhan merupakan kesempatan dan telah menjadi  momen bagi sebagian umat Islam untuk hidup lebih Islami (religius). Walau dicemooh sebagian muslim karena "hanya pada Bulan Ramadhan saja hidup Islami selepas itu kembali berlumur dosa.." Opick http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=X8v4Z7xzIqw Di Indonesia pernah terkenal "Opick" dengan lagu-lagu Islaminya. Beberapa Ramadhan yang lalu, Opick dan lagu-lagunya behasil menjadi kawan setia muslim Indonesia dalam menjalani puasa. Kemudian ada juga Haddad Alwi. Sebelumnya pernah pula terkenal beberapa grup nasyid terutama dari Malaysia sebut saja Raihan dan Saujana serta Snada untuk Indonesia.

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...