Langsung ke konten utama

18. Peradilan Adat: Prinsip Dasar Peradilan Adat Minangkabau

Karena adat Minangkabau dibangun atas ikatan kekerabatan dan kekeluargaan yang kuat, peradilan adat pada dasarnya menganut prinsip perdamaian. Semua pertikaian, perselisihan dan persengketaan diselesaikan dengan perdamaian. Perdamaian yang disepakati melalui proses musyawarah untuk mencapai mufakat berlangsung secara hirakhis—Batanggo naik-Bajanjang turun. Pada tingkat paling rendah, sebuah pertikaian atau perselisihan yang hanya melibatkan keluarga satu paruik, maka penyelesaiannya cukup berlangsung dalam prauik itu saja. Bilamana perselisihan atau persengketaan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam limbago paruik, atau telah melibatkan kaum, maka pihak-pihak yang berselisih dan bersengketa bisa meminta peradilan pada ke limabgo kaum.


Begitu pula halnya, bila perselisihan dan persengketaan tersebut tidak menemukan kata sepakat (mufakat) pada tingkat kaum, maka yang bersengketa boleh mengajukan proses peradilan ke tingkat kampuang/ jorong atau nagari—Kusuik-kusuik bulu ayam, paruah juo nan manyalasaiaannyo. Dengan demikian, peradilan adat Miangkabau pada dasarnya adalah proses perdamaian bukan proses mencari kalah-menang.


Walapupun setiap orang tidak pernah menghendaki terjadinya sengketa, pertikaian dan perselisihan, setiap orang pun tidak bisa menghindar dari kenyataan tersebut. Adat Minangkabau memandang perbedaan pendapat, perselisihan yang terjadi dalam masyarakat sebagai hal yang biasa; perselisihan itu disebut kusuik. Dalam masyarakat Minangkabau, ada empat tingkat kerumitan kusuik dan masing-masing memiliki metode atau instrumen penyelesaiannya masing-masing yang sangat bijaksana.


Pertama adalah kusuik bulu, yang disebut juga dengan kusuik sayok; instrumen penyeselasaiannya adalah paruah—Kusuik-kusuik bulu ayam paruah juo nan manyalasaianyo.


Kedua adalah kusuik rambuik; metode atau instrument penyelesaiannya adalah sikek jo minyakKusuik rambuik sikek jo minyak nan manyalaiannyo. 


Ketiga adalah kusuik banang; metode penyelesaiannya adalah  dicari ujung pangkalKusuik banang, dicari ujuang jo pangkanyo.


Keempat adalah kusuik sarang timpuo; metode penyelesaiaanya adalah dibakar—Kusuik sarang tampuo api nan manyalasaianyo. Metode dan instrument penyelesaian kusuik  (sengketa) yang keempat adalah pilihan terakhir yang jarang diterapkan dalam sistem peradilan adat Minangkabau. Hasil dari metode dan instrument penyelesaian persengketaan ini adalah bahwa semua pihak merugi—Kalah jadi abu, manang jadi arang.  Oleh karena itu, sebelum memilih alternatif terakhir, para pihak yang bersengketa diberi peluang untuk duduk basamo, mencari akal/ cara lain--nan aka ndak pernah tatumbuak, nan budi tak pernah tajua. Kalau duduak basamo belum juga menghasilkan penyelesaian—kato manyalasai diparambunkan (peroses pendinginkan/ cooling down).


Namun silaturahmi antar unsur di nagari, dan silaturrahim (hubungan kasih sayang badusanak nan saparuik) tidak boleh putus oleh perbedaan dan perselisihan. Justru pertikaian dan sangketo itu sering menambah erat silaturrahim dan silaturahi—Ratak indak mambao caro-rannyuak nan indak mambao hilang. Tidak jarang terjadi, perbedaan dan perselisihan bahkan menjadi penguat tali silaturrahim dan silaturrahmi, karena memperkuat identitas unsur di nagari dan dunsanak dalam saparuik (konsep sosial konflik). Bila sebuah perdamaian tercapai, maka semua pertikaian tidak ada lagi--Hukum jatuah sangketo sudah, dandam habih kasumat putuih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Tata Upacara Adat Minangkabau: Upacara Batagak Pangulu

UPACARA BATAGAK PANGULU Salah satu upacara atau alek ( ceremony ) adat Minangkabau yang paling sakral yang mendapatkan perhatian dan perlakukan khsus adalah Batagak Pangulu atau ada juga yang menyebutnya Batagak Gala .  Upacara ini merupakan peristiwa pentasbihan dan pengambilan atau pengucapan sumpah serta janji seorang Pangulu pada saat ia diangkat dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum yang bergelar Datuak. Upacara adat ini sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana firman Allah mengingatkan: Sesungguhnyan orang-orang yang menukar janji ( nya dengan Allah ) dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit maka mereka itu tidak mendapat bahagian dari ( pahala ) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kahirat dan tidak ( pula ) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adalah azab yang pedih (QS:3:77). Pada bagian lain Allah juga mengingatkan: “ Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina ” (QS 6...

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...

Lagu Islami di Bulan Ramadhan

Salah satu kebiasaan pada bulan puasa ini ialah bagi sebagian kaum muda muslim mencari lagu-lagu Islami terbaru. Ya.. engku dan encik sekalian, Bulan Ramadhan merupakan kesempatan dan telah menjadi  momen bagi sebagian umat Islam untuk hidup lebih Islami (religius). Walau dicemooh sebagian muslim karena "hanya pada Bulan Ramadhan saja hidup Islami selepas itu kembali berlumur dosa.." Opick http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=X8v4Z7xzIqw Di Indonesia pernah terkenal "Opick" dengan lagu-lagu Islaminya. Beberapa Ramadhan yang lalu, Opick dan lagu-lagunya behasil menjadi kawan setia muslim Indonesia dalam menjalani puasa. Kemudian ada juga Haddad Alwi. Sebelumnya pernah pula terkenal beberapa grup nasyid terutama dari Malaysia sebut saja Raihan dan Saujana serta Snada untuk Indonesia.