Langsung ke konten utama

Postingan

Puasa dikala wabah

[caption id="" align="aligncenter" width="1747"] Gambar: https://www.facebook.com[/caption] Sudah lebih sebulan dan belum ada perkembangan kearah yang lebih baik. Korban-korban terus bertambah, tak hanya nan mengidap atau diduga maupun dalam pengawasan. Namun korban akibat mewabahnya virus ini sungguh tak dapat dihitung. Ada yang kelaparan, meninggal, terpaksa keluar dari rumah kos atau kontrakan dan mengelandang. Bermacam-macam nasib orang, diberhentikan dari tempat kerja merupakan nan paling jamak sudah serupa krisis moneter '98 sahaja rasanya.

Sedialah Payung Sebelum Hujan

[caption id="" align="alignnone" width="650"] Ilustrasi Gambar: https://www.cnnindonesia.com [/caption] Corona atau Covid-19 telah menjangkiti seluruh planet. Ketika akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 virus ini bermula, tak ada nan menyangka bahwa wabah ini akan tersebar ke seluruh dunia. Para petinggi di negara ini menafikan akan ancaman dari virus ini. Pernyataan mereka pada awal tahun ini mencemooh virus tersebut akan sampai ke negeri ini. Berbagai lakon yang membuat jemu dan gemas rakyat tanpa malu dipertontonkan. Sumatera Barat rusuh tatkala Tuan Gubernur menyambut dengan tari pasambahan para pelancong Cina disaat virus tersebut sedang mewabah di negara asal sang palancong, di negara asal Covid-19. Cerita selanjutnya, kami yakin tuan sudah tahu semuanya..

Penanaman Manggis di Bukik Baka oleh Bupati Agam

[caption id="" align="aligncenter" width="730"] Sumber Gambar: https://amcnews.co.id [/caption] AMCNews.co.id — Nagari Kamang Hilir Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, merupakan sentra pertanian lahan kering (150 Ha) dan persawahan (350 Ha). Sehingga, nagari ini memiliki kekayaan sumber daya genetik lokal pengembangan komoditi tanaman manggis yang unggul. Hal ini diatur melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor: 521-849-2019 tahun 2019 Tentang Penetapan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat.

Syekh Yunus Yahya al-Khalidi

[caption id="" align="aligncenter" width="552"] Sumber Gambar: https://www.facebook.com [/caption] al-Marhum Syekh Yunus Yahya al-Khalidi Magek (1910-2001) Beliau ialah salah satu ulama besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah Magek. Sebagai salah seorang ulama yang dikarunia umur yang panjang, beliau ialah saksi mata dan sumber sejarah mengenai ulama-ulama tua dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Alm. Prof. Sanusi Latief, sebelum merampung disertasi tebalnya mengenai ulama-ulama tua (1988), perlu berkunjung ke Magek untuk menemui beliau (Syekh Yunus mengarang sebuah buku tahun 1978 yang menjadi sumber langka tentang ulama-ulama tua Minangkabau).

1 Muharam 1441 H

Dalam tradisi Islam, pergantian hari bukanlah pada pukul 12 tengah malam melainkan disaat siang berganti dengan malam dikala magrib. Kita umat Islam acap tak tahu mengenai perkara nan satu ini. Karena selama ini sibuk memakai pakaian orang lain, bukan pakaian sendiri. Masih terkenangkah oleh tuan, dahulu? Tatkala orang tua di kampung kita berucap "Hah, telah berganti hari. Sudah masuk kita ke bulan Safar.." demikian kata mereka disaat siang telah digantikan malam.    

Selamat merayakan Hari Raya Aidil Adha 1440/2019

Gambar: https://www.freepik.com   Ahad, 10 Zulhijjah 140/ 11 Agustus 2019   "Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari'atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kami kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh" QS. Al Hajj, ayat.34    

Kepribadian Minang VIII - Keutamaan Perempuan Minang

[caption id="" align="aligncenter" width="314"] Gambar: https://blogminangkabau.wordpress.com [/caption] Kemudian menyusul hak dan kewajiban antaro kaduo balah pihak, sarato pambagian tugas nan tapisah manuruik kadudukan masing-masing. Sajak manusia tingga diguo-guo sampai kapado mangenal peradaban bahkan taruih ka zaman teknologi kini nangko. Ruponyo pambagian wewenang itu masih tampak nyato walau bateh dan versinyo mangalami perubahan-perubahan. Sekalipun akhirnyo pihak parampuan menginginkan persamaan hak. Nan sabagian lah dicapainyo tapi mustahil malawan kodrat sebab kodrat itu hadir tanpa dimintak dan tanpa dituntuik. Itu sababnyo perjuangan emansipasi kadang-kadang taraso tidak adil karano wanita ndak pernah manuntuik persamaan kawajiban.