Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Terkenang akan Kamang

[caption id="attachment_1538" align="alignleft" width="300"] Lambang Nagari Kamang Hilia[/caption] Beberapa masa yang lalu kami bersua dengan seorang engku yang rupanya berasal dari salah satu nagari di Luhak Agam ini. Kami bercakap-cakap perihal orang kampung, maklumlah engku orang rantau kalau bersua dengan orang-orang yang sekampung pastilah bernostalgia. Memanglah nagari kami tak sama, namun di rantau orang asalkan masih orang Kamang Magek, Tilatang Kamang, Bukittinggi, Luhak Agam, atau Minangkabau maka kita akan langsung merasa dekat. “Tidak tuanku, maota saja engku ini! Kalau benar kenapa saya tidak merasakan hal yang serupa?” tanya engku dan encik kepada kami. “Memanglah benar demikian, sebab masing-masing orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda pula. Namun pernyataan kami di atas seperti kata orang sekarang iala menjeneralisir. ” Begitulah engku dan encik sekalian. Engku tak begitu lama kami bercakap-cakap, maka kemudian datanglah kawan engku ...

Main Gatan

[caption id="attachment_1545" align="alignleft" width="300"] Main Gatan di Kita, Main Bekel di Orang Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Masih ingatkah encik dengan permainan ini? Masih adakah anak gadis kaciak kita di kampung pada masa sekarang memainan ini? Kalau kami tak salah, permainan ini khusus dimainkan oleh anak perempuan. Merupakan suatu permainan yang melatih ketangkasan seorang anak. Sungguhlah kalau dapat dan hendak memahami dengan hati lapang dan bersih. Maka akan kita dapati bahwa segala permainan yang kita mainkan pada masa kanak-kanak sangat berfaedah bagi kehidupan kita setelah dewasa. Permainan ini menggunaan bola dan atak. Bola nya terbuat dari daun bayua   dimana dikulipehi [1] selapis kemudian kulipehi nya tersebutlah yang dililitkan hingga membentuk sebuah bola. Atau dapat juga digunakan kajai [2] yang dililitk hingga membentuk kumpalan serupa bola. Atau anak-anak masa kemudiannya menggunakan bola tenis. Sedangkan atak  disini ...

Sipak Tarompa & Sipak Kaleng

[caption id="attachment_1108" align="alignright" width="300"] Seorang Gadis Kecil sedang berlarian di pematang sawah mendahului ibundanya. Latar belakang gambar ialah Rimbo Bukik Barisan Gambar: Diambil pada salah satu kawasan persawahan di kampung kita.[/caption] Terdapat satu permainan serupa dengan permainan “Kuciang Mandok”, nama permainan itu ialah “Sipak Tarompa” [1] dan “Sipak Kaleng”. Permainan ini sangat ramai peminatnya oleh kanak-kanak pada masa dahulu. Mereka senang sekali apabila melihat kawan mereka “parah” (kena hukum) dalam masa yang begitu lama. Dalam permainan Sipak Tarompa, maka satu tarompa milik masing-masing pemain “disumbangkan” untuk diletakkan pada satu lingkaran yang telah dibuat. Pada lingkarang tersebut, setiap pemain harus meletakkan tarompa mereka. Permainan dimulai dengan balasuk, bagi yang kalah maka dialah yang manjadi. Permainan diulai dengan melemparkan semua tarompa yang telah dikumpulkan di dalam lingkaran oleh para...

Penculikan anak di kampung

[caption id="attachment_1542" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Terkejut kami tatkala mendengar kalau di Koto Marapak di Nagari Magek hampir terjadi penculikan anak. Kejadiannya ialah beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha nan silam. Menurut cerita yang sampai kepada kami, si anak kira-kira kelas satu sd, seorang gadis kecil yang masih sangatlah manja. Dimasukkan ke dalam karung oleh penculiknya. Namun rupanya si anak ini berteriak meminta pertolongan, maka keluarlah orang kampung. Melihat kejadian yang serupa itu, si penculik akhirnya pergi melarikan diri. Ada pula kejadian di Nagari Salo, serupa agaknya, dimasukkan ke dalam karung. Selepas di masukkan ke dalam karung si anak ini rupanya mencoba meronta-ronta. Lalulah sebuah oto, agaknya si pengemudi oto merasa ada yang ganjil dengan karung pada oto yang dilaluinya. Akhirnya si anak dapat di selamatkan.

Pawai 17 Agus pada 18 Agustus 2014

[caption id="attachment_1536" align="alignleft" width="300"] Anak-anak sekolah dengan pakaian kebesaran mereka Foto: Benny Frivanda[/caption] Hari Senin tanggal 18 Agustus 2014 yang silam telah berlangsung acara Pawai 17 Agustus di kampung kita yang diadakan oleh fihak Kecamatan. Rupanya Simpang Pintu Koto dijadikan sebagai tempat untuk memasang tenda tepatnya di muka kedai Engku Parido dan Engku Dt. Bilang Sati. Acara diikuti oleh sekalian anak sekolah yang ada di Kecamatan Kamang Magek, juga ada kelompok ibu-ibu pemain rebana dari Kamang Mudiak, serta peserta lainnya. Terdengar oleh kami bahwa tiada kegiatan apa-apa untuk tingkat nagari di kampung kita, semoga hal ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama. [caption id="attachment_1534" align="alignright" width="300"] Para Petinggi Foto: Benny Frivanda[/caption] Di panggung kehormatan hadir Camat Kamang Magek beserta ketiga Wali Nagari yang ada di lingkungan Kecamatan K...

Pendakian Tarok

[caption id="attachment_1527" align="alignleft" width="224"] Pandakian Tarok[/caption] Selain jambatan yang menuju Guguak Rang Pisang, masih ada pula yang membuat pengguna jalan tiada berkenan melaluinya, kalau tiada jalan lagi maka barulah ditempuhi. Yang kami maksudkan ialah Pandakian Tarok nan terkenal itu duhai engku dan encik sekalia merupakan pendakian nomor wahid yang dienggani untuk dilalui, nomor dua dahulunya ialah Pendakian Katapiang nan telah rancak itu. Sungguh sangat menyedihkan keadaan pendakian ini, tiada lagi serupa jalan tatkala kami tempuhi. Banyak batu-batu kerikil besar-besar di tengah jalan pendakian ini. Batu-batu dari aspal yang sudah hilang dimana tinggal kerikilnya saja lagi. Jalan ini tentulah sudah harus diperbaiki semenjak sebelum menunjukkan keadaan yang menyedihkan ini, namun kita tiada tahu dengan apa yang sebenarnya berlaku.