Langsung ke konten utama

Postingan

Harapan kami..

[caption id="attachment_1462" align="alignright" width="135"] Ilustrasi Gambar: http://alrasikh.uii.ac.id/2012/09/21/adil/[/caption] Telah usai agaknya pemilihan umum di negeri kita ini, demikian pula halnya dengan kampung kita yang kata orang merupakan bagian dari republik ini. Walau demikian, masih ada satu lagi yang akan kita hadapi duhai engku dan encik sekalian yakni pemilihan presiden. Namun dari pada itu, bagaimana kiranya jalannya pemilu di kampung kita duhai engku dan encik sekalian? Adakah berjalan baik? Kami dengar bahwa para calon anggota dewan yang berasal dari kampung kita telah berhasil melenggang ke gedug dewan, hanya satu yang tak lulus. Benarkah demikian engku dan encik sekalian? Semoga saja dalam menjalankan amanah ini mereka dijaga oleh Allah Ta’ala dari segala perilaku dan akhlak tercela. Dikuatkan oleh Allah Ta’ala iman mereka, diperteguh pendirian mereka, dan mengharumkan nama nagari kita. Engku dan encik sekalian, berkenakah apabil...

Perkara Pemilu tahun ini di Kampung kita (Bag.2)

[caption id="attachment_1457" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar: Internet[/caption] Sungguh kami sangat merasa cemas sekali melihat perkembangan pola fikir orang kampung kita dimasa kini. Majukan kampung kita dengan memilih Anak Nagari agar pembangunan di kampung kita ini dapat berjalan. Serta pendapat lainnya; Sesiapapun dia, berasal dari partai dengan ideologi apapun, asalkan dapat memajukan kampung kita maka boleh kita pilih. Pada masa pemilu yang silam (2009) masih terkenang oleh kami beberapa orang yang mencemooh orang-orang yang memutuskan untuk tidak memilih (golput) . Sungguh suatu keadaan yang menyedihkan bagi pandangan kami. Karena orang Kamang ini yang katanya cerdas dan pintar ini masih dapat jua dibodohi. Pembangunan tidak mesti berupa pembuatan/pengaspalan/perbaikan jalan , pendirian puskesri, perbaikan sekolah, dan lain sebagainya. Tak adakah orang kampung kita ini yang memandang pembangunan itu dari sisi bathin (mental)? Pem...

Perkara Pemilu tahun ini di Kampung kita (Bag.1)

[caption id="attachment_1451" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi Gambar; http://politik.kompasiana.com/2014/03/25/wakil-rakyat-atau-wakil-partai-644138.html[/caption] Telah lama terasa, namun berfikir terus kami hendak menyampaikannya. Takut kami ada orang yang kan tersinggung suok-kida. [1] Memanglah demikian adatnya, semanjak zaman dahulu, perkara pemilu sangatlah mudah menjadi penyebab persengketaan diantara kita di dalam kampung. Kawan dapat menjadi lawan dan lawanpun dapat pula menjadi kawan. Kamanakan durhaka kepada mamak dan orangtua dan sebaliknya mamak serta orangtua dapat saja menjadi otoriter memaksakan pilihannya kepada keluarga. Beberapa bulan menjelang masa kampanye ditetapkan, telah tersiar di kampung kita perihal niat beberapa orang di kampung hendak memperjuangkan beberapa anak nagari agar dapat duduk sebagai anggota dewan. Paling tidak di tingkat kabupaten, begitulah kira-kira.. Terdengar oleh kami telah pula dibentuk sebuah tim ...

Guguak Rang Pisang

[caption id="attachment_1443" align="alignleft" width="300"] Kantor Jorong Guguak Rang Pisang[/caption] Terlupa kami agak perihal salah satu jorong di kampung kita duhai engku dan encik sekalian. Sungguh kami malu akan kekhilafan ini, kepada engku dan encik kami mohonkan maaf. Adapun jorong yang terlupakan itu ialah Jorong Guguak Rang Pisang yang juga terletak di ujung paling hilir dari nagari kita. Jorong ini berbatasan langsung dengan Nagari Salo. Jorong ini juga dilalui oleh Batang Agam yang memisahkannya dengan Jorong Koto Kaciak. Di atas Batang Agam inilah dibuat oleh orang sebuah jambatan yang  hingga kini masih serupa dengan aslinya dahulu, belum dilapisi oleh orang dengan aspal. Jambatan ini, menurut sebagian sumber kami berada dalam kawasan Jorong Guguak Rang Pisang. Dahulunya jambatan ini terbuat dari kayu sepenuhnya dan diberi oleh orang atap. Kalaulah engku dan encik sekalian ada melihat foto-foto lama, maka akan tersua oleh engku dan encik se...

Selendang Perempuan Minangkabau

[caption id="attachment_1439" align="alignleft" width="300"] Ibu-ibu memakai seledang apabila menghadiri acara beradat di kampung kita. Kampia tak pernah lupa di tangan.[/caption] Semasa cuti beberapa masa yang dahulu, kami mendapat kesempatan untuk menziarahi kampung. Kepulangan kami ini bertepatan pula dengan beberapa helat (kenduri) di kampung kita.  Beberapa orang terlihat oleh kami berkopiah dengan kain sarung terlipat yang dilingkarkan di leher. Atau ada juga yang menyepitkan kain sarung tersebut di onda yang dibawanya. Bagi yang perempuan memakai baju kurung sambil membawa kampia yang berisikan siriah langkok. Ya.. engku dan encik sekalian, mereka ialah orang-orang yang bertugas maimbau urang [1] , terdiri atas seorang lelaki dan seorang perempuan. Mereka bukan pasangan suami-isteri, melainkan saudara sesuku. Terkadang antara etek dengan anak atau mamak dengan kamanakan. Pada masa sekarang, mereka menggunakan onda sebagai sarana transportasi dala...

Mula Peringatan Perang Kamang

Pernah ada seorang kawan kami yang bertanya begini kepada kami “Tuanku, bilakah Perang Kamang itu mula-mula diperingati oleh orang?” Kami terkejut mendapat pertanyaan serupa itu, seumur hidup ini, belumlah ada orang yang peduli dengan bilakah atau semenjak bila Perang Kamang itu diperingati. Karena tidak pernah terfikirkan dan tidak pernah pula mendengar orang mempercakapkannya maka kamipun sama tak tahunyalah dengan kawan yang bertanya ini. Karena pengalaman buruk itulah makanya kami berusaha mencari perihal awal mula peringatan Perang Kamang 1908. Sebab fikiran akan pertanyaan tersebut telah menghantui kami “Mesti didapat jawapannya..!” kata hati kecil kami. [caption id="attachment_1195" align="alignleft" width="225"] Tugu Perang Kamang di Hadapan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Peletakan Batu Pertama Oleh: Jend. A.H.Nasution th.1963[/caption] Alhamdulillah, akhirnya bersua jua jawapan dari pertanyaan kawan kami yang dahulu itu duhai engku dan en...

Acuhkanlah, jangan acuh tak acuh saja..

[caption id="attachment_1426" align="alignright" width="300"] Sekelompok ibu-ibu yang ikut berdemo Gambar: Grup Umat Islam Sumatera Barat Bersatu Menolak Investasi Bermuatan Visi Pemurtadan[/caption] Kamis 24 Muharam yang silam dunsanak-dunsanak kita di Kota Padang melakukan demo menolak investasi oleh LIPPO Grup yang dipimpin oleh James T Riady. Dalam demo tersebut yang ikut tidak saja dunsanak-dunsanak kita yang berada di Kota Padang saja melainkan banyak pula yang datang dari luar Padang bahkan yang di rantaupun banyak pula yang pulang. Kaum munafiqun rupanya memanfaatkan hal tersebut, dimana mereka berpendapat bahwa masalah Siloam dengan LIPPO Grupnya merupakan masalah internal Kota Padang jadi mereka (Kaum Munafiqun) beranggapan bahwa orang-orang di luar Padang tak boleh ikut campur (berdemo) perihal Siloam ini. Pernyataan ini tentunya membuat sebagian besar orang Minangkabau geleng-geleng kepala. Sebab pernyataan yang dilontarkan oleh salah seorang ...