Langsung ke konten utama

Postingan

13. Sejarah Adat Minangkabau: Minangkabau tak-Tertaklukan

Kejayaan Masyarakat Hukum Adat di Minangkabau di samping hasil bumi yang melimpah juga adatnya yang secara sempurna berintegrasi dengan Islam dan teruji mampu mengatur tertib sosialnya. Hasil bumi yang melimpah di samping emas, kampher dan lada (merica) menarik perhatian dunia. Kerajaan Singhasari di bawah pemerintahan Raja Kartanegara dalam versi sejarah kolonial berniat menguasai Minangkabau setelah menaklukan Sriwijaya dan Jambi, karena ingin merebut emas dan hasil bumi. Disebutkan Wismarupa Kumara membawa pasukan Singhasari melakukan ekspansi menyisir wilyah Dharmasraya. Namun dalam perjalanan, pasukannya dihadang antar Sijunjung dengan Dharmasraya, sekitar Tanah Badantuang sekarang dan dihabisi di Padang Sibusuk, sehingga mayat membusuk tidak terkuburkan menjadi bagian monografi Padang Sibusuk Nagari Langgam Nan Tujuah Koto Piliang itu. Peristiwa itu disebut Ekspedisi Pa-Malayu I, tahun 1275 M.  Dalam fakta sejarah di Dharmasraya, perintah Kartanegara untuk datang ke Minangkabau ...

PPAM: Sumpah Satia Marapalan & Kesimpulan

           Kerajaan Minangkabau di Pagaruyung setelah Adityawarman wafat diteruskan oleh putranya Ananggawarman (1375-1417). Ananggawarman ini semula menganut agama Hindu-Budha, lalu ia masuk Islam pada saat Aditywarman mangkat. Ananggawarman diteruskan oleh anaknya Wiajayawarman yang sudah menganut Islam dengan gelar Yang Dipertuan Maharaja Sakti I. Pada masa itu banyak masyarakat Minangkabau melakukan migrasi keluar Luhak nan Tigo dan mereka menyebarkan Islam. Di antara daerah migrasi adalah Kubuang Tigobaleh (Sapiah Balahan) terus ke Lubuak Kilangan (Kapak Radai), Sungai Pagu (Sapiah Balahan) terus ke Banda Sapuluah (Kapak Radai), Rantau Duobaleh Koto – Sangir. Kerabat ini menyebarkan Islam. Dengan demikian adat Minangkabau yang berbasis Islam menyebar ke daerah rantau Minangkabau yang diperintah raja-raja kerabat.             Raja Kerajaan Minangkabau Wijayawarman mangkat diteruskan oleh anaknya Sutan Bakilap Alam. Ia dengan teman belajar Islamnya di Barus Dt. Bandaro Putiah menyel...

Telpon di kampung kita dahulunya

Maninjau padi lah masak Batang kapeh batimba jalan Hati risau di baok galak Bak paneh manganduang hujan Pantun tersebut terucap dari mulut  inyiak [1] kami tatkala berkisah mengenai kenangan masa bujangnya dahulu. Semula ia melihat telpon genggam nan sedang kami pegang tatkala mengawani beliau berkisah. Lalu terucaplah rasa kagum dari mulut beliau "Sungguh ada-ada sahaja orang sekarang, sampai ke Amerika orang tersambung dibuatnya.."

Lareh Berdiri

Sutan Si Marajo Dirajo ke Minangkabau, lalu mendirikan kerajaan tua, dikenal dengan Kerajaan Pasumayan Koto Batu berpusat di Pariangan dan Padang Panjang. Dalam Tambo Jambi Kerajaan itu dikenal Kerajaan Kandis. Parmaisurinya Indo Jalito. Setelah ia wafat ia meninggalkan anak yang masih kecil bernama S utan Paduko Basa dan Puti Sari Jamilan . Beberapa tahun kemudian, istrinya Indo Jalito menikah dengan Catri Bilang Pandai staf ahli di kerajaan. Indo Jalito kemudian melahirkan dua anak laki-laki yakni Jatang diberi gelar Sutan Balum dan Kilek Dunie . Mereka masih tinggal di istana termasuk beberapa anak perempuan di antaranya Puti Reno Indah dan Puti Indo Bacayo. Karena penduduk Pariangan dan Padang Panjang pusat Kerajaan Pasumayam Koto Batu semakin padat, maka wilayah pemukiman diperluas sampai ke tiga kawasan, disebut sekarang Tanah Data, Agam dan Limopuluah Koto. Ketiga kawasan itu dijadikan wilayah inti seperti sekarang disebut Luak Nan Tigo adalah wilayah inti ranah Minangkabau. S...

Pos Polisi dan Pasanggarahan

[caption id="" align="aligncenter" width="500"] Gambar: https://niadilova.wordpress.com [/caption] Berbincang-bincang dengan  inyiak-inyiak amatlah mengasikkan, setidaknya demikianlah nan kami rasakan setelah beberapa kali mengalaminya. Terutama kisah mengenai peri kehidupan orang dahulu nan berlainan sekali dengan peri kehidupan orang sekarang. Salah satu yang kami dapat dari mengawani salah seorang inyiak[1] kami pada suatu tengah hari di hari Ahad ialah mengenai keberadaan Pos Polisi dan Pasanggrahan di sempadan kampung kita. Letaknya ialah di kawasan SMP sekarang. Entah kedua-duanya berdiri beriringan atau salah satu silih berganti didirikan orang.

PPAM: ISLAM MASUK, MENYEBAR DAN BERKEMBANG

Orang Minangkabau seperti tadi disebut, ialah ahlu l-bait . Mereka sejak dari turunan Adam sampai Nabi Muhammad Nabi dan Rasul terakhir dan ulama pewaris. Dalam mengatur tertib sosial masyarakatnya sudah punya adat yang mu’tabarah (yang dipakai, kuat) karena dipakai sejak era kenabian ( zaman nubuwah ). Artinya adat Minangkabau berlangsung sejak awal di bagian tengah Puau Paraco ini telah menganut ajaran tauhid. Faktor ini menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Minangkabau dan mengalami perkembangan yang sangat cepat, walaupun Adat Minangkabau sebelumnya pernah diwarnai oleh praktik-praktik kebudayaan bangsa Mee, Viet, Tamil dan Sanskerta.             Islam pertama kali “masuk” ke Minangkabau dari interkasi dengan pedagang Yaman yang ketika itu sangat menguasai perdagangan jalur th ariqa l -b ahri (jalur perairan, laut) . Bazan [1] (raja Yaman, muslim) yang menguasai jalur perdagangan t hariq al -b ahri pada tahun 619 M. Semua jalur perdagangan yang dikuasai oleh Yaman, s...

PPAM: Interakasi dengan Bangsa Tamil

Sebagai sebuah suku bangsa yang sudah berperadaban tinggi, orang Minangkabau telah menjalin hubungan dengan bangsa luar, termasuk Tamil (India Selatan). [1] Hubungan dengan Tamil ini ada yang menyebut abad ke-3 M dan ada pula yang menyebut abad ke-14 M. Hubungan dengan Tamil ini sebagian besar dalam bentuk perdagangan dan kemudian hubungan pengadaan tenaga kerja. Sungguh pun demikian, hubungan ini mempengaruhi peradaban dan kebudayaan bahkan saling mempengaruhi dalam bentuk difusi, akulturasi dan asimilasi. Difusi adalah penyebaran unsur kebudayaan oleh sebuah bangsa misalnya pengaruh bahasa Tamil di Minangkabau. Akulturasi adalah pertemuan dua unsur kebudayaan membentuk budaya baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Asilmilasi adalah bercampur dua unsur kebudayaan sehingga terbentuk kebudayaan baru seperti terbentuknya adat tradisi.